Pages

Saturday, 24 March 2012

Bagi mereka yang tengah menempuh studi, ujian merupakan salah satu tahapan yang akan menentukan. Banyak hal yang akan mendukung keberhasilan. Sejumlah tips di bawah ini mungkin bisa membantu Anda untuk lebih matang dan penuh persiapan dalam menghadapi ujian. Satu yang pasti, tak ada jalan pintas untuk meraih kesuksesan! Maka, segala sesuatunya harus dipersiapkan...

1. "There is no short way to success"

Pepatah ini harus diingat, sebab memang tak ada jalan pintas untuk menggapai kesuksesan. Segala sesuatunya bisa diraih dengan persiapan dan usaha maksimal.

2. Percaya diri!
Hilangkan perasaan takut atau nervous dalam menghadapi ujian. Ada kalanya, persiapan yang telah dilakukan luntur hanya karena rasa takut. Ketakutan itu akan membuat pikiran Anda terganggu dan tidak konsentrasi menjalani ujian. Bebaskan pikiran dari segala rasa takut. Percaya diri adalah kunci kemenangan!

3. Atur waktu terbaik
Siapkan jadwal waktu yang terorganisir untuk belajar. Prioritaskan waktu yang lebih banyak pada mata pelajaran yang agak sulit. Luangkan pula sedikit waktu untuk hiburan, agar tidak menimbulkan kejenuhan.

4. Pilih suasana yang tepat untuk belajar
Suasana belajar berperan sangat penting. Pilihlah tempat yang bisa membuat nyaman, sehingga proses persiapan ujian dan belajar akan rileks serta penuh konsentrasi. Sebaiknya, belajarlah pada pagi hari dalam suasana yang hening. Suasana seperti ini akan lebih membuat konsentrasi.

Oya, ketahuilah, bahwa sebaiknya jangan menempatkan cermin di kamar atau lokasi tempat Anda belajar. Pantulan bayangan yang ditimbulkan akan mengganggu konsentrasi. Satu hal lagi, ternyata, belajar dengan menghadap ke arah timur akan lebih mendatangkan energi positif dibandingkan jika menghadap ke arah timur laut.

5. Duduk tegap
Ternyata, memerhatikan cara duduk saat belajar juga penting diperhatikan. Jangan belajar di tempat tidur atau berbaring di kursi. Duduk tegaplah saat belajar, tempatkan kaki sejajar dengan lantai. Cara duduk seperti ini dapat membuat ionisasi. Perhatikan kaki agar tidak di atas tingkat kepala, karena akan memengaruhi aliran darah dan menyebabkan kantuk.

6. Buat catatan kecil sambil belajar
Saat belajar, buatlah catatan kecil dengan poin-poin singkat. Catanan ini akan membantu Anda mengingat poin penting dari apa yang dipelajari, misalnya, rumus atau hal penting lainnya. Notes ini penting untuk 1-2 jam terakhir daripada Anda membuka-buka halaman pada buku teks pelajaran. Dengan adanya notes ini, Anda dapat belajar di mana saja dan tidak membutuhkan waktu yang banyak.

7. Tidur dan makan dengan baik
Tidur dengan nyenyak. Sebuah studi mengatakan bahwa waktu tidur yang optimal adalah 6 jam. Terutama pada malam hari sebelum ujian. Tidurlah minimal 6 jam dan tidak lebih dari 8 jam. Ingat, waktu istirahat yang cukup akan memberikan efek besar saat ujian.

Selain itu, makanlah dengan teratur. Jika Anda tengah menjalani program diet, jangan berpuasa saat ujian. Dan jangan lupa perbanyak minum air putih sebelum tidur, karena penting untuk menjaga sel-sel otak.

8. Menulis dan menyajikan yang terbaik
Penyajian adalah faktor utama yang akan memengaruhi nilai Anda. Seperti apa pun belajar dan persiapan yang dilakukan, semua tergantung dari penyajian pada lembar jawaban. Dalam soal essay, jangan lupa menggarisbawahi poin yang penting. Tulisan tangan akan memengaruhi nilai. Cobalah untuk menulis dengan rapi. Jika tidak cukup baik, jangan khawatir. Selama disajikan dengan cara yang baik, pasti akan mendapat nilai lebih. Dan yang perlu diingat adalah "Kesan pertama adalah kesan terbaik". Jadi jawablah pertanyaan dengan sebaik mungkin.

9. Jangan mencontek!
Mencontek bukan hanya akan memengaruhi nilai, melainkan bisa menghilangkan kesempatan untuk melanjutkan ujian. Ingatlah, ujian adalah pembuktian diri.

10. Berdoa dan percaya kemampuan sendiri
Poin terakhir, berdoalah sebelum memulai ujian dan bebaskan pikiran Anda dari segala hal yang akan mengganggu konsentrasi dalam ujian. Dengan berdoa, Anda akan mendapatkan energi yang besar dan kedamaian. Hal lainnya adalah, Anda harus percaya diri pada apa  kemampuan diri sendiri.

Terakhir, jangan membahas soal ujian setelah selesai ujian. Ini tidak baik, karena akan memengaruhi ujian berikutnya.

Semoga sukses!

Friday, 16 March 2012

Ilmu Budaya Dasar Sebagai Salah Satu (MKDU) Mata Kuliah Dasar Umum

Pengertian IBD                      
IBD atau Ilmu Budaya Dasar adalah ilmu yang mempelajari tentang dasar-dasar kebudayaan. IBD juga diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang masalah-masalah manusia dan kebudayaan.

Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Pengetahuan budaya adalah ilmu yang mengkaji tentang masalah nilai-nilai manusia sebagai makhluk berbudaya. Sedangkan ilmu budaya dasar adalah ilmu mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang masalah-masalah kebudayaan. Jadi ilmu budaya dasar bukanlah pengetahuan budaya.

Latar Belakang Ilmu Budaya Dasar
Latar belakang IBD berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut :
1. Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yang tercermindalam berbagai aspek kebudayaannya.
2. Proses pembangunan yang sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budaya nya, sehingga manusia binggung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya.

Prof.Dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu danpengetahuan dalam tiga kelompok besar, yaitu :
1. Natural science
Ilmu-ilmu alamiah yang bertujuan untuk mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat pada alam semesta. Astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran, mekanika adalah yang termasuk kelompok ilmu-ilmu alamiah.
2. Sosial science
Ilmu sosial yang bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Ilmu Ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

Tujuan Belajar Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. 

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1.Mengusahakan kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.Mengusahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademis diharapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Dua masalah pokok yang bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup IBD adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.

2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Melihat kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD.

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan

I. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris, the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi humanities berkaitan dengan nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.

Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanies, disamping tanggung jawabnya yang lain. Pada umumnya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, dan sebagainya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.

Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dari disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik.

II. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA
Istilah prosa banyak padanannya. Terkadang disebut narrative fiction, prose fiction atau hanya fiction saja. Dalam bahasa Indonesia istilah tadi sering diterjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Istilah cerita rekaan umumnya dipakai untuk roman, novel, atau cerita pendek.

Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
No. Prosa Lama Prosa Baru
1. Dongeng-dongeng Cerita Pendek
2. Hikayat Roman/novel
3. Sejarah Biografi
4. Epos Kisah
5. Cerita pelipur lara Otobiografi

III. NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
Sebagai seni yang bertulang punggung cerita, mau tidak mau secara langsung atau tidak langsung membawa moral, pesan atau cerita. Dengan perkataan lain prosa mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra.

Adapun nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra antara lain:
a) Prosa fiksi memberikan kesenangan
Keistimewaan kesenangan yang diperoleh dari membaca fiksi adalah pembaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau peristiwa itu kejadian yang dikisahkan.
b) Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedi.
c) Prosa fiksi memberikan warisan kultural
Prosa fiksi dapat menstimuli imaginasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.
d) Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Lewat prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan berdasarkan pengalaman-pengalaman dengan banyak individu. Fiksi juga memungkinkan lebih banyak kesempatan untuk memilih respon-respon emosional atau rangsangan aksi yang mungkin sangat berbeda daripada apa yang disajikan dalam kehidupan sendiri.

Berkenaan dengan moral, karya sastra dibagi menjadi dua: karya sastra yang menyuarakan aspirasi jamannya, dan karya sastra yang menyuarakan gejolak jamannya. Ada juga yang tentunya menyuarakan keduanya.

Ilmu Budaya Dasar menitik beratkan pada manusia dengan segala persoalannya. Manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab serta pengabdian, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.

IV. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI
Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian dari kesenian, dan kesenian cabang/unsur dari kebudayaan. Kalau diberi batasan, maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistik/estetik, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.

Kepuitisan, keartistikan atau keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan:
a) Figura bahasa (figurative language) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dan sebagainya.
b) Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
c) Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
d) Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi tertentu.
e) Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan.

Alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut:
a) Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekam dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan”. Pendekatan terhadap pengalaman perwakilan itu dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut “imaginative entry”, yaitu kemampuan menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalaman yang dituangakan penyair dalam puisinya.
b) Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Pembaca diajak untuk dapat menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri.
c) Puisi dan keinsyafan sosial
Puisi juga memberikan kepada manusia tentang pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial, yang terlibat dalam issue dan problem sosial. Secara imaginatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang berupa:
a. Penderitaan atas ketidakadilan
b. Perjuangan untuk kekuasaan
c. Konflik dengan sesama
d. Pemberontakan terhadap hukum Tuhan

Gali Potensi Belajar, Aktifkan Kecerdasan Anda!


Ternyata, kecerdasan bisa diaktifkan. Dalam teori multiple intelligent, ada delapan kecerdasan ganda yang bisa digunakan untuk menjelaskan potensi belajar Anda. Setiap kecerdasan tersebut, dapat memberikan manfaat bagi Anda. Apa saja delapan kecerdasan itu?

1. Kecerdasan Verbal/Linguistik
Kecerdasan verbal adalah kecerdasan yang melibatkan kemampuan untuk berbicara dan menulis. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan mencoba mempelajari kata-kata baru setiap harinya. Caranya dengan membaca, mendengarkan berita di radio, melibatkan diri dalam perdebatan, dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi kelas.

2. Kecerdasan Logikal/Matematika

Kecerdasan logikal ini melibatkan angka-angka dan penalaran. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering menyelesaikan perhitungan, mempelajari berbagai rumus, dan memecahkan teka-teki.

3. Kecerdasan Visual/Spasial
Kecerdasan visual/spasial melibatkan proses berpikir dalam bentuk lukisan atau gambar. Anda bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan menganalisis alat bantu visual dalam teks buku dengan memetakan pikiran dalam sebuah gambar, diagram/ bagan.

4. Kecerdasan Tubuh/Kinestetik
Kecerdasan tubuh/kinestetik melibatkan gerakan tubuh dan penanganan masalah. Kecerdasan ini dapat diaktifkan dengan menggunakan ketrampilan motorik Anda secara teratur. Contohnya, melakukan berbagai latihan olahraga, jogging, dan secara langsung aktif dalam berbagai kegiatan. Anda juga bisa mengaktifkan kecerdasan ini dengan mengerjakan tugas Anda di komputer.

5. Kecerdasan Musikal
Kecerdasan musikal melibatkan kemampuan bermusik seperti irama dan nada. Aktifkanlah kecerdasan tipe ini dengan sering mendengarkan musik, memainkan alat musik, atau bernyanyi.

6. Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan interpersonal melibatkan respons dalam hal suasana hati, motivasi, dan kebutuhan orang lain. Hal ini mengarah pada membangun suatu hubungan baik dengan orang lain dan menikmati pergaulan dengan orang lain. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan sering berpartisipasi dalam kegiatan diskusi, debat pendapat, atau aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial.

7. Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal mencakup harga diri, penghargaan terhadap diri sendiri, dan kesadaran diri. Kecerdasan tipe ini dapat diaktifkan dengan menguji secara kritis kekuatan dan kelemahan Anda.

8. Kecerdasan Natural
Kecerdasan natural adalah kecerdasan yang dapat menghargai dan memahami kondisi alam. Anda dapat mengaktifkan kecerdasan ini dengan menjelajahi kondisi alam, yaitu dengan berkemah atau dengan mendaki gunung. Hal itu dapat membantu Anda memahami lingkungan alam.

Dengan mengaktifkan delapan kecerdasan di atas, Anda akan terbantu dalam menemukan bakat yang terpendam. Tak perlu menguasai seluruh kecerdasan itu, tetapi temukankan kecerdasan yang paling Anda kuasai dan hubungkanlah dengan sesuatu yang ingin Anda pelajari.